Menulis Saja Susah, Apalagi Tambah Kreativitas?
Oleh Miftahudin
Cipta dan menciptakan karya dalam menulis kreatif. mungkin
bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang sukar untuk dilakukan. Bagi sebagian
orang lagi mungkin merupakan hal yang mudah, sepele, atau pun receh. Apalagi di
zaman sosial media seperti sekarang ini, menulis caption atau pun corat-coret dalam komentar. Sebenarnya apa sih
menulis kreatif itu?
Menulis kreatif merupakan proses menciptakan tulisan
dimana tulisan tersebut mampu mempengaruhi opini pembaca. Tulisan yang
setidaknya bisa membuat pembacanya terkesima atau ikut hanyut dalam suasana
tulisan tersebut. Selain itu, tulisan tersebut mampu memberikan manfaat bagi
penikmatnya.
Menulis kreatif bagi sebagian orang merupakan momok yang
menakutkan. Mengapa? Katanya menulis saja sudah susah dan bikin pusing, apalagi
harus ditambahi dengan kreativitas. Apalagi tidak semua orang bisa kreatif dan
berkreasi.
Asumsi tersebut melekat kuat di benak sebagian orang.
Sebagian orang merasa tidak ingin terjun dan berkecimpung di dunia penulisan.
Hal ini tentu menjadi masalah jika asumsi tersebut melekat di benak kaula muda.
Terlebih lagi pelajar atau pun mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dan
penyambung suara rakyat.
Menulis kreatif lebih tepatnya merupakan aktivitas
yang menekankan sikap aktif untuk terus menulis, kemudian mampu menemukan
proses kreatifnya agar tulisan menjadi lebih menarik. Hal tersebut senada
seperti yang diungkapkan dalam kompasiana.com bahwasannya menulis kreatif merupakan
suatu rangkaian proses yang berkelanjutan untuk menuangkan ide dan gagasan
sebagai wujud pengendalian pikiran-pikiran kreatif agar dapat menjadi tulisan
yang baik dan menarik.
Jika dalam dunia penulisan, tulisan yang dihasilkan
terkesan statis akan membuat pembaca jenuh dan malas untuk membaca. Hal
tersebut harus dihindari oleh para pelaku menulis kreatif. Apalagi pembaca
sekarang jauh lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi apa yang dibacanya.
Suatu karya atau tulisan yang kreatif tentu melewati
proses yang telah dipikirkan matang-matang sebelumnya sebelum menjadi suatu
karya cipta. Hasil cipta tersebut tentunya memiliki rasa tersendiri untuk
memikat pembacanya. Terlebih lagi, tulisan yang baik mampu mempengaruhi jiwa
atau karsa pembacanya.
Menciptakan karya yang demikian barang tentu bukan hal
yang mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan oleh penulis. Dilansir dari
kompasiana.com ada beberapa modal yang harus dipenuhi, modal tersebut antara
lain yaitu memiliki hasrat untuk menulis, pebanyak referensi bacaan, mau
membuka diri untuk bealajar dari penulis lain yang sudah berpengalaman,
memiliki pemikiran yang mapan dan matang, mencintai alam sebagai stimulus
kreativitas.
Bagi penulis pemula tentu masih minim pengalaman.
Banyak yang harus dibenahi dalam setiap tulisannya. Jangan mudah menyerah untuk
belajar dari kesalahan tulisan sebelumnya. Setidaknya bagi penulis pemula punya
hasrat yang kuat untuk menulis dan menciptakan karya yang baru dan
berkelanjutan. Selanjutnya kemampuan menulis akan terus berkembang.
Selain hasrat menulis yang kuat, penulis pemula harus
memperbanyak referensi bacaan. Hal ini untuk menghindari pemakaian kata yang
terkesan monoton. Pemakaian kata yang itu-itu saja akan terkesan statis dan
membuat pembaca jenuh untuk membacanya. Selain itu, kekayaan referensi bahan
bacaan akan membuat pembendaharaan kata semakin kompleks dan menarik.
Hal lain yang perlu diperhatikan dari seorang penulis
pemula adalah tetap rendah hati dan mau membuka diri untuk belajar dari penulis
lain yang sudah berpengalaman. Jangan terkesan angkuh dan sombong ketika kita
sudah mampu untuk menulis. Harus tetap mawas diri dan mau membuka diri untuk
belajar. Dengan demikian tulisan pun akan terus berkembang dan relasi akan
terjalin dengan baik.
Selanjutnya yaitu punya pemikiran yang mapan dan
matang. Maksudnya yaitu penulis punya pemikiran yang luas akan wawasan dan
pengetahuan guna mengembangkan kemampuan menulisnya. Selain itu, juga harus
memikirkan secara matang apa yang akan ditulisnya. Apakah tulisan tersebut
bertentangan dengan norma atau pun mengandung SARA. Hal tersebut harus
dipikirkan matang-matang sebelumnya.
Penulis dalam mengembangkan tulisannya harus mau untuk
belajar dari alam. Stimulus dari alam mampu memberikan ide dan kreativitas
dalam menulis. Hal ini tentunya menjadi cara jitu untuk menarik minat pembaca.
Selain mampu menarik minat atau pun hati pembaca, belajar dari alam mampu
memberikan ide-ide baru untuk menciptakan tulisan yang baik dan menarik.
Rangkaian cara di atas merupakan proses yang berkelanjutan
untuk menjadi penulis yang baik. Memang terkesan susah dan sukar untuk
dilakukan, namun jika dilakukan secara telaten dan bertahap pasti akan mudah
untuk dikerjakan. Itinya sabar, telaten, dan ulet dalam menulis. Pasti
keberhasilan yang akan didapat.
Contoh tulisan yang baik dan menarik yang patut
dijadikan panutan misalnya tulisan Dewi “Dee” Lestari dalam novel “Filosofi
Kopi”. Ada pula tulisan-tulisan karya Boy Chandra dalam akun sosial medianya
maupun dalam novel-novelnya seperti novel “Jatuh dan Cinta” atau pun “Malik dan
Elsa”.
Kedua maestro dalam menulis kreatif tersebut merupakan
contoh penulis yang krfeatif era milenial saat ini. Untuk menjadi penulis
sekaliber mereka tentunya melewati beberapa proses berkepanjangan yang tidak
bisa dicapai secara instan. Pencapaian yang sempurna melewati proses yang
berliku. Jangan mudah menyerah dan tetap semangat!.
(Miftahudin, Pujangga Kendal)
Komentar
Posting Komentar